Thursday, 8 September 2011

TAROMBO MARGA HARAHAP

Keturunan

TUNGGAL HUAYAN

Dari

PARGARUTAN GUNUNG MANAON

PADANG SIDEMPUAN TIMUR

Generasi I hingga XII


Disusun:

H M Rusli Harahap

gelar Sutan Hamonangan

Tahun 2005



Tarombo Marga Harahap Dari Gunung Manaon ini disusun untuk mengenang

Natoras Parlagutan:

Ir. Haji Hasan Basyarudin Nasution, gelar Sutan Borotan Pandapotan

dan

Hajjah Dorom Harahap, gelar Namora Oloan

yang berdiam

di jalan Belitung No.15, Baranangsiang,

Bogor, Jawa Barat



Catatan Penyusun

Hubungan kekerabatan antara marga-marga: Harahap dari Batuna Dua Jae, Siregar da-ri Sialagundi, Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon, dan Nasution dari Muara Bo-tung, berawal dari Siti Ayat Harahap, gelar Ompu Raodana, adik kandung Dr Hamzah Harahap dari Batuna Dua Jae, yang menikah dengan Haji Abdul Majid Siregar, gelar Syekh Abdul Majid, untuk menjadi ina (ibu) anak-anak marga Siregar yang berdiam di Sialagundi. Dari Sialagundi mereka lalu pindah ke Sitamiang di Padang Sidempuan dan menetap disana. Putri sulung Syekh Abdul Majid dengan Ompu Raodana ini ialah Maimunah Siregar, gelar Ompu ni Rusmini, lahir di Sialagundi pada tahun 1900.

Dari Sialagundi Maimunah Siregar (1900-1977), gelar Ompu ni Rusmini, lalu menikah dengan Bilalung Harahap (1884-1936), gelar Sutan Mulia untuk menjadi ina anak-anak marga Ha-rahap yang berdiam di Pargarutan Gunung Manaon. Setelah Ompung Sutan Mulia pensiun sebagai School Opziener (Penilik Sekolah) Onder-wijs van Angkola en Sipirok, masih di zaman penjajahan Hindia Belanda, ia lalu kembali ke Angkola dari tempatnya bertugas di Kotanopan dan menetap di Padang Sidempuan serta berdiam di ja-lan Lubuk Raya no.2 Tanah Lapang. Oleh cucu-cucunya Ompung Maimunah juga di-namakan Ompung Sidimpuan.

Adapun putri sulung Sutan Mulia bersama Ompu ni Rusmini dari Pargarutan Gunung Manaon ialah Dorom Harahap, lahir 19 September 1920 di Patisah Ilir, Medan. Dari Padang Sidempuan Dorom Harahap (1920- 2001), gelar Namora Oloan, juga Ompu ni Titik, lalu menikah dengan H. Ir. Hasan Basyarudin Nasution (1915-1983), gelar Sutan Borotan Pandapotan, untuk menjadi ina anak-anak marga Nasution yang berdiam di Muara Botung, Madina. Dalam lingkungan masyarakat kehutanan Bogor, Dorom Harahap lebih dikenal dengan nama “Ibu Hasan”, di rumah ia disapa anak-anaknya dengan sebutan “Umak”, sedangkan oleh cucu-cucunya ia dinamakan “Ompung Bogor”. Setelah Ompung Sutan Borotan pensiun dari kehutanan, ia memutuskan menetap di Bogor dan berdiam di jalan Belitung no.15, Baranangsiang.


Tarombo Marga Harahap keturunan Ja Itonga dari

Pargarutan, Gunung Manaon

======================================

Pendahuluan.

Tarombo, atau silsilah keluarga, dalam masyarakat Batak di Tapanuli Selatan berawal dari budaya lisan menyampaikan pesan keluarga sesuatu marga kepada keturunannya, a-tau generasi penerus. Dengan semakin besarnya keluarga, baik yang berdiam di bona-bulu, maupun yang mencari nafkah di tanah perantauan, budaya lisan lalu beralih menjadi budaya tulis.

Memasuki budaya tulis, tarombo awalnya disuratkan pada kulit kayu, bilah bambu a-tau lainnya dalam aksara Batak. Namun dengan kedatangan agama Islam ke nusantara di abad ke-13, dan masuknya ke Tanah Batak dalam Perang Paderi (1825-1838) yang me-ngajarkan tulisan Arab, aksara ini pun lalu digunakan untuk menuliskan tarombo. Dengan diperkenalkannya huruf Latin oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda memasuki abad ke-20, tarombo pun beralih disuratkan dengan aksara Latin ejaan bahasa Melayu.

Masyarakat Batak di Bonabulu menganut garis keturunan kebapaan atau patrilenial. Suhut (Batak), keluarga batih (Indonesia), nuclear family (Inggris), ialah masyarakat ter-kecil bernama keluarga yang dipimpin Suhutsihabolonan. Yang disebut terakhir selain menjadi Kepala Keluarga juga sekaligus Kepala Adat, dan memiliki hak menurunkan na-ma keluarga, atau marga, kepada anak-anaknya. Cara sebaliknya berlaku di Sumatera Ba-rat, dimana ibulah si pemilik hak, meski dilaksanakan oleh saudara laki-lakinya sejalan Adat Minang.

Menurut keturunan garis kebapaan, terdapat dua cara menyusun tarombo sesuatu mar-ga untuk disebarkan diantara mereka, dan yang disampaikan kepada generasi penerus, yaitu: pohon keluarga (Indonesia), family tree (Inggris), stamboom (Belanda); dan per-jalanan generasi. Pada cara pohon keluarga tarombo disusun dari atas ke bawah, diawali dari nama leluhur pemersatu sesuatu marga yang diketahui, dilanjutkan keturunannya dari garis laki-laki hingga saat ini, disuratkan di atas kertas lebar, melahirkan bangun se-gitiga/piramida yang duduk pada alasnya. Ada pula yang menuliskannya memancar, juga diatas kertas lebar tetapi dalam lingkaran-lingkaran sepusat dengan leluhur pemersatu berada di tengah. Cara ini pun masih tergolong pohon keluarga.

Pada perjalanan generasi, tarombo juga disusun dari atas kebawah, juga dimulai dari leluhur pemersatu sesuatu marga yang diketahui, namun disuratkan diatas berlembar-lembar kertas kuarto, atau folio, sebagaimana tarombo marga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon keturunan Ja Itonga ini. Pada cara ini, setiap generasi akan terpisah satu dengan lainnya, sehingga nama-nama yang tersurat sama berasal dari kebiasaan orang Batak mengambil nama: Kakek (Ompung), Amantua (Uak), dan lainnya, tidak akan me-nimbulkan kekeliruan dengan nama-nama yang tersurat sama dari generasi sesudah atau sebelumnya. Selain dari itu pada cara ini terdapat ruang yang luas untuk mencantumkan: tanggal bulan dan tahun lahir, alamat, pendidikan, pekerjaan, pengala-man hidup, dan lain sebagainya, yang akan berguna untuk generasi penerus.

Kahanggi Marga Harahap keturunan Ompu Tunggal Huayan dari Pargarutan Gunung Manaon ini tidak diragukan lagi bertambah jumlahnya. Berdamping dengannya berkem-bang pula anakboru dan moranya. Dahulu ketiga kelompok keluarga ini masih berdiam di bonabulu, namun kini sebagian dari mereka telah berada di tanah perantauan.

Dapatkah kekerabatan Dalihan Na Tolu yang diperkenalkan leluhur dahulu ketika se-muanya masih berada di bonapasogit dilanjutkan? Dalam zaman kemajuan ilmu pengeta-huan dan teknologi ini tentu saja dapat, asalkan ada Lembaga Hatobangon marga Hara-hap dari Pargarutan Gunung Manaon keturunan Ompu Tunggal Huayan yang bersedia menjadi pemikir (think tank) dan membuat rencana, lalu melaksanakan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berharga ini.

BAGIAN I


TAROMBO MARGA HARAHAP

DARI TAPANULI

========================

Generasi Pertama

Ompu Raja Guru Sodungdangon di Nagasaribu

Generasi Kedua

1. Datu Dalu dengan istri boru Pasaribu

2. Sahang Maima dengan istri boru Lubis

Generasi Ketiga

Keturunan Datu Dalu dari boru Pasaribu:

1. Datu Tala Harahap

2. Siaji Malim Harahap di Sibatang Kayu

3. Sarumbosi pergi ke Muara, istrinya boru Pasaribu

Generasi Keempat

Keturunan Siaji Malim di Sibatang Kayu:

1. Datu Dalu Ni Bagana di Naga Marsuncang

2. Tuan Datu Singar

Generasi Kelima

Keturunan Datu Dalu Ni Bagana di Naga Marsuncang:

1. Ompu Sodogoron

Generasi Keenam

Keturunan Ompu Sodogoron:

1. Raja Imbang Desa di Pijorkoling, selatan Padang Sidempuan.

2. Tunggal Huayan di Pargarutan, timur Padang Sidempuan.

3. Ompu Sarudak di Huta Imbaru, barat Padang Sidempuan.

4. Bangun Di Batari di Losung Batu, barat Padang Sidempuan.

5. Bangun Di Babuat di Hanopan Angkola

6. Hasuhutan Maujalo di Sidangkal Angkola.


BAGIAN II

TAROMBO MARGA HARAHAP

DARI

PARGARUTAN GUNUNG MANAON

===========================

GENERASI PERTAMA

Ompu Tunggal Huayan

GENERASI KEDUA

Ompoe Tunggal Huayan dengan istri boru….dari…..Keturunannya:

1. Mangaraja Ompun Jurung

2. Tandang Mulia.

Catatan: Keturunan Mangaraja Ompun Jurung menyebar ke: Pargarutan Tonga, Pargarutan Jae, Sosopan, Panggulangan, dan Batuna Dua.

Keturunan Tandang Mulia menyebar ke: Sirnabi, Gunung Manaon, Tor Godang, dan Janji Raja.

GENERASI KETIGA

Tandang Mulia dengan istri boru….dari…..Keturunannya:

1.Patuan Diatas.

GENERASI KEEMPAT

Patoean Diatas dengan istri boru….dari…..Keturunannya:

1. Baginda Namora

2. Sutan Harahap

GENERASI KELIMA

Sutan Harahap dengan istri boru….dari…..Keturunannya:

1. Ja Pintor

2. Ja Gunung

3. Namora Soritaon

GENERASI KEENAM

Namora Soritaon dengan istri boru…..dari…..Keturunannya:

1. Naguboan

2. Nalumbang

3. Bangunan

4. Ja Paningkan

5. Ja Panjalinan.

GENERASI KETUJUH

Nalumbang dengan istri boru…..dari……Keturunannya:

1. Ja Itonga

2. Baginda Barani

3. Ja Somimbar

4. Sutan Manyungkar

GENERASI KEDELAPAN

Dja Itonga dengan istri boru….. dari…..Keturunannya:

1. Sutan Harahap

2. Sutan Habiaran.

GENERASI KESEMBILAN

1. Soetan Harahap dengan istri boru….dari Keturunannya:

1. Baginda Soritaon

2. Mangaraja Khatib

2. Sutan Habiaran dengan istri boru Siregar dari Balakka, Keturunannya:

1. Mangaraja Enda Mora

2. Mangaraja Lembang

3. Ja Itonga

GENERASI KESEPULUH

1.1 Baginda Soritaon dengan istri boru …dari……Keturunannya:

1. Ja Diompu

2. Bilalung, lahir…..1884, di Pargarutan Goenoeng Manaon.

3. Ja Harahap

1.2.Mangaradja Chatib dengan istri boru Siregar dari Pargarutan Pasar Keturunannya:

1. Patuan Diatas Habiaran

2. Sutan Kumala

3. Pamusuk

4. Ma’as

2.1.Mangaraja Enda Mora dengan istri boru Siregar dari Balakka Keturunannya:

1. Ja Habiaran

2.2.Mangaraja Lembang dengan istri boru Siregar dari Sipirok Keturunannya:

1. Sutan Harahap

2. Ja Duni

3. Ja Maradjo

2.3.Ja Itonga dengan istri boru Siregar dari Pargarutan Sampean. Keturunannya

1. Kosat

2. Tigor

3. Ali Soman

4. Rapotan

5. Ali Hasan

GENERASI KESEBELAS

1.1. Cucu-cucu Baginda Soritaon

1.1.1. Ja Diompu dengan istri boru Siregar dari…...Keturunannya:

1. Mara Laut, lahir…. di…….

2. Tandang Mulia, lahir…. di…….

3. Kotib, lahir…. di…….

4. Tongam, lahir…. di…….

1.1.2. Bilalung Harahap, gelar Sutan Mulia (1884-1936), dengan istri Hajjah Maimunah (1900-1977), gelar Ompu ni Rusmini, boru Regar dari Sialagundi. Ia berasal dari Pargarutan Gunung Manaon, bermukim di jalan Lubuk Raya no.2 Tanah Lapang, Padang Sidempuan.

Pendidikannya: Sekolah Guru di Padang Sidempuan saat pertama kali dibuka oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda di kota itu. Sekolah didirikan menggantikan yang perhah didirikan Belanda di Tano Bato, Mandailing, dan kemudian ditutupnya. Pekerjaannya guru Inlandse School di: Medan, Pematang Siantar, Lahat (Tanah Pasemah), Bengkalis; dan terakhir menjadi School Opziener (Penilik Sekolah) BIHIN Onderwijs van Angkola en Sipirok. Keturunannya:

1.Dorom (pr), lahir 19 September 1920 di Patisah Ilir, Medan.

2.Soritaon, lahir 10 September 1922 di Kandang Besar, Pematang Siantar.

3.Naogun (pr), lahir 9 Nopember 1924 di Timbanggalung, Pematang Siantar

4.Maspero, lahir 20 Februari 1927 di Parit Bangkung, Bengkalis.

5.Khalijah (Khadijah, pr), lahir 23 Mei 1930 di Jambur Tarutung, Kotanopan.

6.Gulbahar, lahir 11/12 Maret 1933 di Jabingkarang, Jambur Tarutung, Kotano-pan.

7.Gulbahri, lahir 28 Agustus 1934 di Tanah Lapang, Padang Sidempuan.

1.1.3. Ja Harahap, gelar…, dengan istri….., boru…..dari…...Keturunannya

1. Syarif, lahir…. di…….

2. Bukhari, lahir…. di…….

1.2. Cucu-cucu Mangaraja Khatib

1.2.1.……Harahap, gelar Patuan Diatas Habiaran, dengan istri boru Siregar dari Ba-ringin. Keturunannya

1. Intan Pilihan (pr), lahir……di………

2. Natal, lahir……di………

3. Johor, lahir……di………

4. Gahara (pr), lahir……di………

5. Enda Jolo, lahir……di………

6. Bargot (Sutan), lahir……di………

7. Tuku Indra, lahir……di………

8. Ratna (pr), lahir……di………

1.2.2. Muhammad Arif Harahap, gelar Sutan Kumala, dengan istri boru Siregar dari

Padang-padang. Keturunannya:

1. Rosman, lahir……1922 di Pargarutan.

2. Dermawan (pr.), lahir……di………

3. Johari (pr), lahir……di………

4. Bidasari (pr), lahir……di……….

1.2.3. Pamusuk Harahap, gelar Sutan Pamusuk, dengan istri boru Siregar dari Sipirok. Keturunannya:

1. Amir Samsi, lahir……di………

2. Rustam, lahir…….di……..

3. Hafni (pr.), lahir……di………

4. Asnan, lahir……di………

5. Osmena, lahir……di………

6. Syaifuddin, lahir……di………

7. Mohammad Darwin (Uncok), lahir……di………

8. Armijn (Armen), lahir……di………

9. Dana (Ramadana, pr.), lahir……di………

10. Rizah (pr), lahir……di………

11. Lukman Hakim, lahir……di………

1.2.4. Ma’as Harahap, dengan istri boru…..dari…... Keturunannya:

1. Batara, lahir……di………

2. Basyaruddin, lahir……di…….

2.1. Cucu-cucu Mangaraja Enda Mora

2.1.1. Ja Habiaran Harahap dengan istri boru Siregar dari Sipirok. Keturunannya:

1. Mara Kamin, lahir……di………

2. A. Munir, lahir……di………

3. Turman, lahir……di………

4. Rusli, lahir……di………

5. Ghandi, lahir……di………

6. Awal, lahir……di………

2.2. Cucu-cucu Mangaraja Lembang

2.2.1. Rahmat Harahap, gelar Sutan Harahap Naposo, dengan istri boru Siregar dari Si- pirok. Keturunannya:

1. Muhammad Effendi, lahir……di………

2. Amir Hamzah, lahir……di………

3. Syarifuddin, lahir……di………

4. Harun, lahir……di………

5. Amran, lahir……di………

6. Zein, lahir……di………

7. Ramli, lahir……di………

2.2.2. Ja Duni Harahap dengan istri boru Siregar dari Balakka. Keturunannya

1. Haruaya, lahir……di………

2. Mopul, lahir……di………

3. Paruhuman, lahir……di………

4. Zulkipar, lahir……di………

5. Awal Demar, lahir……di………

2.2.3. Ja Marajo dengan istri boru Siregar dari Sialagundi. Keturunannya:

1. Bakhtiar, lahir 30 Juni 1943 di Pargarutan.

2. Dahman, lahir 2 Desember 1948 di Pargarutan.

2.3. Cucu-cucu Ja Itonga

2.3.1. Kosat Harahap, gelar Kali Harahap, dengan istri boru Siregar dari Situmba Keturu- nannya:

1. Syawal, lahir……di………

2. Sahrin, lahir……di………

2.3.2. Tigor Harahap, gelar Sutan Habiaran, dengan istri boru dari…... Keturunannya:

1. Husin, lahir……di………

2. Rasidin, lahir……di………

2.3.3. Ali Soman Harahap dengan istri boru Hasibuan dari Marundung. Keturunannya

1. Samsu

2.3.4. Rapotan Harahap dengan istri Habsyah, boru Regar dari Sipirok bermukim di jalan Makaliwe Gerogol, Jakarta. Keturunannya:

1. Rosdiana (Roos, pr), lahir……di………

2. Rahmat, lahir……di………

3. Rahim, lahir……di………

4. Risma (pr), lahir……di………

5. Rida Rosida (pr), lahir……di……….

6. Rindra

7. Tonga

2.3.5. Ali Hasan Harahap, gelar Ja Rumbaga, dengan istri boru Siregar dari Halumpang, Keturunannya:

1.

GENERASI KEDUABELAS

1.1.1 Cucu-cucu Ja Diompu

1. Mara Laut Harahap dengan istri boru Ritonga dari Paranjulu, bermukim di Lubuk Linggau. Pekerjaan: Manteri Ukur di Kantor P.U. Lubuk Linggau.

2. Tandang Mulia Harahap dengan istri…..,boru…..dari…... Keturunannya

3. Kotib Harahap, gelar…, dengan istri….., boru…..dari…...Keturunannya.

4. Tongam Harahap, gelar…, dengan istri….., boru…..dari….., bermukim di Parga-

rutan Gunung Manaon..Keturunannya

1.1.2. Cucu-cucu Sutan Mulia

1. Hajjah Dorom Harahap, gelar Namora Oloan, Ompu ni Titik (1920-2001), meni-kah dengan Ir. Hasan Basjarudin 68 th (1915-1983), gelar Sutan Borotan, marga Nasution dari Muara Botung, berdiam di Jalan Belitung no.15, Baranangsiang, Bogor. Keturunannya:

1. Rusmini (Mini, pr), lahir 7 Juli 1942 di Sidikalang.

2. Nurhasni, lahir……1942 di Tarutung.

3. Nilawati (Butet, pr), lahir 17 Mei 1945 di Tarutung.

4. Fatmasari (Taing, pr), lahir 27 Juni 1947 di Padang Sidempuan.

5. Pentariris Yunita (Penta, pr), lahir 8 Juni 1949 di Padang Sidempuan.

6. Nurhayati (Adek, pr), lahir 2 Mei 1951 di Tanjung Pinang.

7. Arif Mulia (Uncok), lahir 18 April 1959 di Pematang Siantar.

8. Tety Rahmasari (Tety, pr), lahir 2 September 1961 di Pematang Siantar.

2. Soritaon Harahap 73 th.(1924-1997) dengan istri Roslina, marga Lubis boru Kuria Tambangan Mandailing. Karena sakit, berpisah, lalu digantikan Sylvy boru Tionghoa dari Muntok, Pulau Bangka. Anak-anaknya:

1. Melvina, lahir……di……

2..Yenny, lahir……di……

3. Naogun Harahap (1924-2004), menikah dengan Hadji Hasan, marga Siregar dari

Situmba. Keturunannya:

1. Khairani (Ani, pr), lahir……..di ……

2. Khairuddin, lahir……..di ……

3. Kartini (Tini, pr), lahir…..di…..

4. Deliana (pr), lahir……..di ……

5. Uncok, lahir……di……

6. Butet (pr), lahir……di……

7. Taing, lahir……di……

4. Maspero Harahap (1927-1994) dengan istri Delima, boru Siregar dari Sihodahoda

Padang Bolak. Keturunannya:

1. Lila (pr), lahir…..di…..

2. Edi Manaon, lahir……di……

3. Harris, lahir……di……

4. Asrul, lahir……di……

5. Adek, lahir……di……

6. Rizal, lahir……di……

5. Hajjah Chadidjah Harahap (1930-1988), menikah dengan Ir. Hasan Basri, marga Daulay dari Sibuhuan. Keturunannya:

1. Yanti (Risanti), lahir…….di Jakarta.

2. Yasin (Oki), lahir……di Jakarta.

3. Safrina (Rina), lahir….di Jakarta..

6. Drs.Gulbahar Harahap (1933-1989) dengan istri Farida Hanum, boru Regar dari Sialagundi. Anak-anaknya:

1.Sari, lahir……di……..

2.Adek, lahir……di……..

7. Gulbahri Harahap 29 th (1934-1963) meninggal di Bandung saat masih menjadi mahasiswa UGM Yogyakarta.

1.1.3. Cucu-cucu Ja Harahap

1. Syarif Harahap, gelar……dengan istri…..boru…..dari……bermukim di Padang Sidempuan. Keturunannya:

2. Bukhari Harahap dengan istri Delima boru Lubis dari……bermukim di Taman Solo, Cempaka Putih Jakarta. Keturunannya:

1. Ferdi. Perumahan Anggrek Harapan, Blok G3, no.15 Bekasi Utara

Tel: 888-7052

1.2.1. Cucu-cucu Patuan Diatas Habiaran

1. Intan Pilihan Harahap menikah dengan Bahrum, marga Siregar dari….bermukim

di jalan Kesehatan no. Cideng, Jakarta.

2. Natal Harahap, gelar……dengan istri…..boru…..dari……bermukim di Medan.

Keturunannya:

1.Zulkarnain, lahir…….di……

2.Mariana (pr), lahir…..di……

3. Johor Harahap, gelar……dengan istri Anna boru Regar dari Sialagundi bermukim

di Rawasari Jakarta. Keturunannya.

1.Farida Yohana, lahir…….di……

2.Shinta, lahir…….di……

3.Ingrad, lahir…….di……

4. Gahara Harahap menikah dengan …., marga Siregar dari Marancar bermukim di Medan.

5. Enda Jolo Harahap, gelar……dengan istri boru Madura, kemudian digantikan Nurhaima, boru Regar dari Sialagundi (bujing anggi Darwin Harahap dari Panggulangan) bermukim di Pargarutan. Keturunannya:

1.Amir, lahir……di……

2.

3.

6. Sutan Harahap dengan istri Eva, boru Banten dari Serang berdiam di Jalan Taro-gong III no.75 K, Tarogong, Jakarta Selatan.

Pendidikan: Akademi Angkatan Laut (AAL) R.I. Angkatan Pertama di Surabaya. Pekerjaan: Perwira Administrasi Angkatan Laut di Jalan Gunung Sahari Jakarta. Istrinya mantan sekretaris Gubernur DKI Letjen.Ali Sadikin. Keturunannya:

1.Meri, lahir ………..di Jakarta.

2.Taufik, lahir……di……

3.Dedi, lahir……di……

7. Tuku Indra Harahap gelar……dengan istri…..boru Periangan dari….. bermukim

di Lampung. Keturunannya:

8. Ratna Harahap menikah dengan Salim, marga Siregar dari Pasirampolu.

1.2.2. Cucu-cucu Sutan Kumala

1. Rosman Harahap, gelar……dengan istri boru Siregar dari Padangpadang bermukim di Medan. Keturunannya:

2. Dermawan Harahap menikah dengan …, marga Siregar dari Sipirok bermukim di Medan.

3. Johari Harahap menikah dengan Amir Hamzah, marga Siregar dari Sipirok ber-mukim di Kisaran.

4. Bidasari Harahap menikah dengan Jalil, marga Siregar dari Pasirampolu bermukim di Medan.

1.2.3. Cucu-cucu Sutan Pamusuk

1. Amir Samsi Harahap, Tentara Pelajar NRI tahun 1945 di Padang Sidempuan. Ia gugur di ibu kota Tapanuli Selatan itu ketika Pasukan Brigade A, bekas lasykar Harimau Liar, malam hari tanggal 10 Februari 1948 menyerbu Ibukota Tanah Angkola itu dari Sipirok, menyebabkan Batalyon Kapten Koima Hasibuan dari Resimen Mayor Maraden Panggabean yang sedang tidur lelap di Tangsi Militer ti-dak dapat memberi perlawanan, dan dilumpuhkan seluruhnya.

2. Roestam Harahap dengan istri…..boru keturunan Tionghoa-Palembang dari Kuala

Tungkal bermukim di Lemah Abang, Palembang, Keturunannya:

1. (pr.)

2.

3. Hafni Harahap, SH , menikah dengan Khairudin SH, marga Siregar dari…………

bermukim di Jalan Agung Permai IV no.4, Blok C no.19, Sunter Agung Podomo-

ro, Jakarta Utara. Tel. 647-2627. Keturunannya:

1. Ima, lahir….di….

2……, lahir….di….

3……, lahir….di….

4. Johani (pr), lahir….di….

4. Asnan Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Medan.

Keturunannya:

5. Osmena Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Medan.

Keturunannya:

6. Mohammad Darwin Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari…… bermukim

di Medan. Keturunannya:

7. Sjarifuddin Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Me-

dan. Keturunannya:

8. Armijn Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di Medan.

Keturunannya:

9. Ramadana Harahap, menikah dengan …, marga …dari … bermukim di Jakarta.

10. Rizah Harahap, menikah dengan …, marga …dari … bermukim di Jakarta.

11. Lukman Hakim Harahap, gelar……dengan istri…..boru dari……bermukim di

Medan. Keturunannya:

1.2.4. Cucu-cucu Ma’as Harahap

1. Lela Harahap, menikah dengan …, marga …dari … bermukim di Pem.Siantar.

2. Lena Harahap, menikah dengan Muhammad Yusuf, marga Lubis dari…..dan

bermukim di Surabaya.

3. Tina Harahap, menikah dengan …, marga …dari … bermukim di Pem.Siantar.

4. Batara Harahap gelar……dengan istri…..boru Sunda dari Periangan bermukim

di Sukabumi. Keturunannya:

5. Basyarudin Harahap, gelar……dengan istri…..boru Siregar dari Pargarutan Pa-

sar bermukim di Pematang Siantar. Keturunannya:

2.1.1. Cucu-cucu Ja Habiaran Harahap

2.2.1. Cucu-cucu Soetan Harahap

1. M. Effendi Harahap dengan istri…..boru dari……bermukim di……Keturunannya.

2. Amir Hamzah Harahap, gelar……dengan istri boru Siregar dari Sipirok bermukim di ….. Keturunannya

3. Sjarifuddin Harahap, gelar……dengan istri…..boru Pontianak dari Kalimantan Barat bermukim di Medan. Keturunannya

4. Harun Harahap dengan istri boru Hasibuan dari Kota Pinang bermukim di

Medan.Keturunannya

5. Amran Harahap dengan istri…..boru….dari Sumatera Barat bermukim di Me-

dan. Pendidikan SPMA. Pekerjaannya Asisten Kebun di Bah Jambi dan Kayu

Aro. Keturunannya:

6. Zein Harahap dengan istri boru Siregar dari Sipirok bermukim di Medan.

Keturunannya:

7. Ramli Harahap dengan istri boru Jawa dari Sumatera Utara bermukim Medan..

Keturunannya

2.2.2. Cucu-cucu Ja Duni Harahap

1. Haruaya Harahap dengan istri boru Jawa dari Sumatera Selatan bermukim di

Lubuk Linggau. Keturunannya:

2. Mopul Harahap dengan istri…..boru dari……bermukim di Pargarutan. Keturu-

nannya:

3. Paruhuman Harahap dengan istri boru Siregar dari Pargarutan Julu bermukim

di Pargarutan. Keturunannya

4. Zulkipar Harahap, gelar……dengan istri…..boru Betawi dari Pasar Rebo ber-

mukim di Pondok Gede, Bekasi. Pekerjaannya Anggota TNI. Keturunannya:

5. Awal Demar Harahap dengan istri boru Batubara dari Bulumario bermukim di

Tanjung Karang. Keturunannya

2.2.3. Cucu-cucu Ja Marajo Harahap

1. Bakhtiar Harahap, gelar Baginda Namora, dengan istri Dewi Tina boru Hutasu-

hut dari Bulumario bermukim di Jalan Pulau Rempang I no.3, Kompleks

Angkatan Laut, Kelapa Gading Barat (Sunter), Jakarta Utara. Keturunannya:

1. Rajo Alriadi (Radjo), lahir 17 April 1971 di Surabaya

2. Rossy Elvina, lahir 31 Mei 1974 di Surabaya. .

3. Rixa Spica, lahir 10 Oktober 1978 di Surabaya

4. Berliana, lahir 5 Oktober 1981 di Jakarta

2. Dahman Harahap, gelar Baginda Naloembang, dengan istri Nuraini boru

Siregar dari Sialagundi bermukim di Blok B 3/131 di Komplek Bank Bumi

Daya Cibubur. Keturunannya:

1. Sjafriani (pr), lahir 17 september 1976 di Jakarta.

2. Sjafriati (pr), lahir 15 Maret 1978 di Jakarta.

3. Radjo Pardamean, lahir 31 Oktober 1981 di Jakarta.

4. Sjafriana (pr), lahir 26 Desember 1985 di Jakarta.

2.3.1. Cucu-cucu Kosat Harahap

2.3.2. Cucu-cucu Tigor Harahap

2.3.3. Cucu-cucu Ali Soman Harahap

2.3.4. Cucu-cucu Rapotan Harahap

2.3.5. Cucu-cucu Ali Hasan Harahap.

GENERASI KETIGABELAS

(Belum Disusun)

Catatan:

Tarombo marga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon ini, ialah kelanjutan pe-nuturan yang disampaikan orang-orang tua dahulu kepada anak-anak yang menjelang de-wasa, saat akan merantau mencari nafkah, atau memasuki hidup berumah tangga. Mak-sudnya agar saling mengetahui dan mengenal, dan mengerti kedudukan dan peran ma-sing-masing dalam perhelatan Adat Batak.

Menurut Adat Batak sebagaimana Surat Tumbaga Holing, kehidupan dalam ma-syarakat mengenal kekerabatan: Suhut, Kahanggi, dan Dalihan Na Tolu. Dan yang dise-but terakhir ialah yang bernama keluarga besar, dan mengenal pengertian dibawah ini:

Kahanggi, ialah mereka yang semarga, dalam hal ini mereka yang bermarga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon keturunan Ompu Tunggal Huayan.

Anakboru, ialah berbagai marga yang mempersunting anak-anak gadis keturunan Ompu Tunggal Huayan untuk dibawa ke berbagai huta/luat, baik di Tapanuli Selatan atau tanah perantauan, untuk menjadi ibu anak-anak mereka.

Mora, ialah keluarga beragam marga yang mendatangkan ibu kepada anak-anak marga Harahap keturunan Ompoe Tunggal Huayan dari Pargarutan Gunung Manaon dari ma-napun berdatanganl untuk meneruskan keturunan/generasi.

Dengan Dalihan Na Tolu kehidupan masyarakat Batak diatur, dahulu, kini, dan dimasa akan datang untuk mendatangkan bahagia kepada semua.

Adalah tugas Hatobangon (Tetua Adat) marga Harahap dari Pargarutan Gunung Manaon keturunan Ompu Tunggal Huayan menyiapkan: sumber daya manusia, dana, dan upaya guna melengkapi tarombo ini agar dapat sampai kepada generasi penerus kapan dan dimanapun berada.


Sumber tulisan:

Bahan tarombo ini dikumpulkan sejak 10 Agustus 1999, dari sumbangan:

1. Hajjah Dorom Harahap (Ny.Ir.Hasan Basjarudin Nasution)

2. Hajjah Ir. Rusmini S.R.Nasution

3. Hajjah Nilawati, SH.

4. Catatan peninggalan Ompung Bilaloeng Harahap, gelar Soetan Moelia.

5. Buku H.M.D.Harahap, S.H. Perang Gerilya Tapanuli Selatan Front Sipirok

Penerbit P.T.Azan Mahani, Jakarta. 1986.

6. Dari Tulang Bachtiar Harahap, gelar Baginda Namora, Fotokopi Tarombo

Marga Harahap Pargarutan dari Gunung Manaon, disampaikan tanggal 16

Desember, dan perbaikannya pada tanggal 29 Nopember 2003.

7. Buku J.E.Habibie. Dari Pare-Pare Sampai ke Court Of St. James. Penerbit

Yayasan AA.& RA.Habibie Jakarta.2001;


kemudian disusun kedalam perjalanan generasi oleh:

H.M.Rusli Harahap.

Jalan Batu Pancawarna I/2A Pulomas,

Jakarta Timur. 13210. Tel/Fax. (021) 472-2243.


----------------------------------

1 comment:

  1. Horas, Uwa Rusli. Mohon ijin copy untuk di website www.harahap.co (harahap dot co) yang sedang dalam proses pengembangan lebih lanjut. Disitus Harahap.co nantinya juga akan dibuatkan aplikasi web tarombo.harahap.co. Terima Kasih.

    ReplyDelete